Jumat, 21 Mei 2010

Sifat Orang Yang Dimasukan Kedalam Surga

Sifat Orang Yang Dimasukan Kedalam Surga

Oleh: Ibnu Qayyim Al-Jauziyah

Allooh menjelaskan kedekatan orang-orang yang bertaqwa dengan surga. Para penghuni surga adalah orang-orang yang memiliki empat sifat keutamaan:
Pertama : Orang yang kembali kepada Allooh ( awwab ) dari kemaksiatan
menuju ketaatan, dari keterlenaan menjadi terjaga. Ubaid bin
‘Amir berkata” Orang yang kembali adalah orang yang teringat akan dosa-dosanya kemudian meminta ampun kepada Allooh atas segala perbuatannya. Sedangkan Sa’id ibnu Musib berkata,’’ Orang yang kembali adalah orang berbuat dosa lalu bertaubat dan berbuat dosa lagi lalu bertaubat kembali.”
Kedua : Hafidz. Menurut Ibnu Abbas, seorang hafidz senantiasa menjaga diri terhadap amanat yang dibebankan dan diwajibkan Allooh kepadanya. Qatada berkata,” Senantiasa menjaga hak-hak Allooh dan apa yang telah dianugerahkan kepadanya.” Hawa nafsu mempunyai dua kekuatan, kekuatan untuk meminta dan kekuatan untuk menahan. Maka seorang yang kembali ( awwab ) menggunakan kekuatan untuk kembali kepada Allooh, mentaati-Nya dan mencari keridhoan-Nya. Sedangkan seorang yang amanah menggunakan kekuatan menahan untuk menahan diri dariberbuat maksiat dan melanggar larangan-larangan-Nya. Maka seorang hafidz adalah orang yang menjaga dirinya dari apa yang diharamkan, sedangkan seorang Awwab adalah orang yang menerima apa yang diperintahkan Allooh dengan penuh ketaatan.
Ketiga : Firman Allooh,” Yaitu orang yang takut kepada Rabb Yang Maha Pemurah.”(Qaaf:33). Yaitu orang yang menyatakan kepercayaannya kepada waujud Allooh, kekuasaan, ilmu, dan kemampuaan-Nya menguasai semua keadaan manusia. Dan juga percaya kepada Kitab, Rasul, Perintah dan larangan-Nya. Juga percaya kepada jin, ancaman dan pertemuannya dengan Allooh. Maka tidak sah ketakutan seseorang kepada Allooh tanpa memenuhi unsur-unsur di atas.
Keempat : Firman Allooh,” Dia datang dengan hati yang betaubat.”(Qaaf : 33). Ibnu Abbas berkata,” Kembalilah dari maksiat kepada Allooh dan sambutlah ketaatan kepada-Nya.” Hakikat taubat adalah ketetapan hati untuk senantiasa mentaati Allooh, mencitai-Nya, dan menerima segala sesuatu yang ditetapkan-Nya.
Kemudian Allooh menjelaskan pahala bagi orang-orang yang memenuhi keempat kriteria ini dalam firman-Nya,” Masuklah surga itu dengan aman, itulah hari kekekalan. Mereka didalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki dan pada sisi kami ada tambahannya.”(Qaaf :34-35).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar