Minggu, 23 Mei 2010

Kunci-Kunci Kebaikan

Kunci-Kunci Kebaikan
Oleh: Ibnu Qayyim Al-Jauziyah
Allooh telah menjadikan kunci sebagai pembuka bagi setiap perkara yang dituntut. Dia menjadikan kunci sholat adalah bersuci, sebagaimana sabda Nabi Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.
” Kunci sholat adalah bersuci.”
Dan kunci haji adalah ihram. Kunci kebajikan adalah kejujuran. Kunci surga adalah tauhid. Kunci ilmu adalah sikap yang baik dalam bertanya dan mendengar. Kunci pertolongan dan kemenangan adalah kesabaran. Kunci bertambahnya nikmat adalah syukur. Kunci kewalian adalah kecintaan dan dzikir. Kunci keberuntungan adalah taqwa. Kunci taufiq adalah raghbah ( rasa harap yang disertai dengan amalan ) dan rahbah ( rasa takut yang disertai dengan amalan ).
Kunci ijabah ( sambutan Allooh ) adalah do’a. Kunci cinta akhirat adalah zuhud terhadap dunia. Kunci iman adalah memikirkan perkara yang Allooh serukan untuk difikirkan oleh hamba-hambaNya. Kunci untuk menjumpai Allooh adalah ketundukan hati dan keselamatan hati untuk-Nya, ikhlas kepadaNya dalam cinta, benci, berbuat dan meninggalkan sesuatu. Kunci hidupnya hati adalah tadabbur ( memperhatikan dan merenungi ) Al-Qur’an, merendahkan diri waktu sahar ( waktu malam sebelum fajar ) dan meninggalkan dosa.

Kunci mendapatkan rahmat adalah berbuat ihsan dalam beribadah kepada al-Khaliq dan berusahan menberi manfaat kapada hamba-hambaNya. Kunci rezeki adalah usaha yang disertai dengan istiqhfar dan taqwa. Kunci kemuliaan adalah ketaat kepada Allooh dan Rasul-Nya. Kunci mempersiapkan diri untuk akhirat adalah memperpendek angan-angan. Dan kunci segala kebaikan adalah kecintaan kepada Allooh dan negeri akhirat. Sedangkan kunci segala keburukan adalah cinta dunia dan panjang angan-angan.
Ini adalah permasalahan agung yang merupakan permasalahan ilmu paling bermanfaat. Yaitu mengetahui kunci –kunci kebaikan dan keburukan. Apa yang beliau sebutkan di atas, tidaklah mencakup seluru kunci-kunci kebaikan. Meski demikian, perkataan itu cukup untuk memberikan gambaran kepada kita bahwa setiap kebaikan pasti ada kunci-kuncinya. Dan beliau juga menyebutkan perkara-perkara agung yang sangat dibutuhkan seorang muslim yang beriman.
• Kunci-kunci kabaikan yang disebutkan para ulama yang lain. Di antaranya:
a. Aun bin Abdillah Rahimahullah berkata,” perhatian seorang hamba terhadap dosanya akan mendorongnya untuk meninggalkan dosa itu. Dan menyesalannya atas dosa itu adalah kunci untuk bertaubat. Seorang hamba senantiasa memperhatikan dosa yang dilakukannya sehingga hal itu menjadi lebih bermanfaat baginya dari pada sebaian kebaikan-kabaikannya.
b. Sufyan bin Uyainah Rahimahullah berkata,” Tafaqqur adalah kunci rahmat. Tidakkah kamu lihat seseorang berfikir lalu bertaubat.
c. Al-Hasan Rahimahullah berkata,” Kunci lautan adalah perahu-perahu. Kunci bumi adalah jalan-jalan. Sedangkan kunci langit adalah doa’.
d. Sahl bin Abdillah Rahimahullah berkata,” Tinggalkan hawa nafsu adalah kunci surga, berdasarka firman Allooh Ta’ala:” Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Robb-nya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya.” ( Qs.An-Naziat: 40-41 ).
e. Sufyan berkata” Dahulu dikatakan, diam yang lama adalah kunci ibadah.
f. Syaikhul islam berkata “ Maka kejujuran adalah kunci segala kabaikan, sebagiman dusta adalah kunci segala keburukan. Baliau juga berkata “ Doa’ adalah kunci kebaikan.”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar