Rabu, 26 Mei 2010

Pandangan Syekh Ibn Baz Tentang Jam'iyyah

Pandangan Syekh Ibn Baz Tentang Jam'iyyah

Syaikh Ibn Baz pernah ditanya dengan pertanyaan yang panjang intinya:

"Kami sekumpulan dai dan santri di Sudan pengikut manhaj salaf shalih, tujuan kami adalah mencari ilmu syar'I dan menyebarkannya di tengah-tengah masyarakat luas, dakwah mengajak ke jalan Allah sesuai dengan pemahaman Salaf di berbagai markaz (pusat kegiatan/centre) di seluruh pelosok negeri. Termasuk tujuan kami adalah mengajarkan manusia perkara agama mereka dalam bidang tauhid, rukun Islam, serta memberantas syirik dab bid’ah. Karenanya kami saling bahu membahu dengan semua pihak yang bergerak di bidang dakwah yang sesuai dengan kebenaran, kami saling membantu secara syar'I, jauh dari hizbiyah (kegolongan), atau fanatik terhadap tokoh dan aturan, atau menerapkan konsep wala' dan bara' atas dasar itu.
Sebaliknya yang kami lakukan adalah cinta di jalan Allah dan membenci karena Nya, kami berwala' karena Allah dan memusuhi karena Nya berdasarkan pemahaman salafus sholih. Kami mendirikan pusat-pusat kegiatan taklim, masjid, pesantren, halaqah tahfidzul Qur'an, perpustakaan umum, menyebarkan kitab-kitab dan tulisan ringkas yang ilmiah dan bermanfaat, juga kaset-kaset agama, hijab serta mengikat umat dengan ulama'. Atas dasar pemikiran inilah kami mendirikan sebuah lembaga salafiyah ilmiah yang menghimpun sejumlah alumnus Universitas Islam di Madinah, Saudi Arabia, dengan nama Jam'iyah al-Kitab was sunnah al-Khairiyah yang berpusat di Khortum.
Apakah ada larangan syar'i tentang upaya dalam rangka mewujudkan cita-cita yang telah kami sebutkan melalui Lembaga jam’iyyah tersebut tanpa adanya keharusan untuk menjalankan tanzhim jama'ah tertentu di Sudan - karena memang kami memiliki beberapa koreksi penting atas mereka – dengan tetap menjaga dan memelihara ukhuwwah dan saling tolong menolong dengan mereka dalam kebenaran? Berikanlah fatwa kepada kami semoga Allah membalas kebaikan anda.

Syaikh Ibn Baz menjawab:

Manhaj atau metodologi yang anda sebutkan di atas dalam dakwah kepada Allah, serta mengarahkan manusian kepada kebaikan dengan berpijak kepada petunjuk al-Qur'an dan Sunnah berdasarkan pemahaman salafus sholih, maka kami wasiatkan kepada anda untuk komitmen dan istiqamah di atasnya. Juga kami wasiatkan untuk bahu membahu bersama saudara-saudara anda para da'i di Sudan dan lainnya dalam hal yang sesuai dengan al-Qur'an dan Sunnah, juga yang diamalkan oleh ulama salaf dalam menjelaskan tauhid beserta dalil-dalilnya, memperingatkan dari kesyirikan dan semua sarananya, juga memperingatkan manusia dari bid'ah dan beragam kemaksiatan dengan dalil-dalil syar'I serta uslub yang baik. Sebagai pengamalan firman Allah:
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ (٣٣)
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah,
mengerjakan amal yang saleh dan berkata:"Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri" (QS. Fushshilat:33)
Dan firman Allah:
قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ (١٠٨)
Katakanlah:"Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik". (QS. Yusuf:108)
Juga firman Allah:
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ (١٢٥)
Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Rabbmu Dia-lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. Al-Nahl:125)
Juga sabda Rasulullah Sholallohu 'alaihi wa sallam :
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
"Siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka baginya seperti pahala orang yang mengamalkannya." (HR. Muslim).
Juga sabda Rasulullah Sholallohu 'alaihi wa sallam kepada Ali bin Abi Thalib Rodiallohu 'anhu , ketika mengutusnya ke Khaibar untuk mendakwahi orang-orang Yahudi dan Nashrani, dan memberitahukan kepada mereka apa yang diwajibkan atas mereka dari hak-hak Allah:
فَوَاللهِ لأَنْ يَهْدِيَ اللهُ بِكَ رَجُلاً وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمُرِ النَّعَم
"Demi Allah, jika Allah memberi petunjuk kepada satu orang saja lantaran kamu, tentu hal itu lebih baik bagimu dari pada onta merah". Hadits yang disepakati keshahihannya.
Ayat dan hadits yang berbicara dalam masalah ini cukup banyak. Kami mohon kepada Allah agar memberikan petunjuk dan pertolongan kepada anda, dan menjadikan kami serta anda sebagai para pemberi hidayah yang mendapatkan petunjuk, sesungguhnya Allah adalah Mahamulia dan dermawan, semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, juga keluarga dan para sahabatnya."
(Majmu' al-Fatawa VIII/435)

Akhirnya, kita bisa menarik kesimpulan bahwasanya amal jama'i adalah salah satu bentuk tolong menolong atas dasar kebaikan dan ketakwaan, saling bahu membahu dalam membela kebenaran, karena itu disyariatkan dan dianjurkan berdasarkan keumuman dalil yang menunjukkan fadhilah berjama'ah, persatuan dan saling tolong menolong, selama hal itu tidak membukan pintu untuk menciptakan kegolongan, fanatisme terhadap tokoh dan lambang, atau menyebabkan menolak kebenaran dan mengingkarinya ketika hal itu datang dari selain anggota. Wallahu a'lam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar