Jumat, 21 Mei 2010

Sifat Orang Yang Dimasukan Kedalam Neraka

Sifat Orang Yang Dimasukan Kedalam Neraka
Oleh : Ibnu Quyyim Al-Jauziyah

Orang yang dimasukan ke dalam neraka jahannam itu memiliki enam sifat :

1. Kufur terhadap nikmat Allooh dan hak-hak-Nya, kufur terhadap agama, tauhid dan sifat-Nya, serta kufur terhadap Rasul, Malaikat, kitab dan hari akhir.

2. Memerangi dan memusuhi kebenaran.

3. Menolak kebaikan, baik terhadap dirinya sendiri untuk taat dan mendekatkan diri kepada Allooh, maupun kebaikan orang lain. Sehingga dia sama sekali tidak mempunyai catatan kabaikan, baik untuk dirinya sendiri maupun orang banyak.

4. Di samping menolak berbuat baik, dia juga memusuhi manusia, kejam, dan berlaku dzalim kepada mereka baik dengan tangan maupun lisannya.

5. Dia selalu ragu-ragu dalam menentukan sikap.

6. Berbuat syirik kepada Allooh dan menjadikan Tuhan lain selain Allooh untuk disembah dan dipuja-puja.

Orang yang memiliki sifat-sifat diatas berkawan dengan syetan yang pada akhirnya menjerumuskan dan menyesatkannya. Akan tetapi syetan itu menolak bahwa dia yang menyesatkan seraya berkata :” Saya tidak punya kekuatan untuk menyesatkan dan menjerumuskannya, akan tetapi dia berada dalam kesesatan karna pilihannya sendiri dan menolak kebenaran.” Seperti yang dikatakan oleh iblis kepada ahli neraka,:” Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan sekedar aku menyuru kamu lalu kamu memenuhi seruanku.” ( Ibrahim: 22 ).
Dengan demikian dia sendiri bersama dengan kawannya, syetan, sama-sama memusuhi Allooh. Orang yang sesat itu menuduh malaikat telah menambah apa yang ditulisnya. Dia juga menyangkal bahwa dirinya tidak melakukan apa yang ditulis oleh malaikat tersebut, dan mengatakan bahwa malaikat itu terlalu cepat mencatat perbuatannya sebelum dia bertaubat. Kemudia malaikat itu menjawab,” Saya tidak menambah sama sekali apa yang diperbuatnya dan tidak tergesa-gesa dalam mecatat hingga dia bertaubat. Lalu berkata,” Tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh.” ( Qaaf : 27 ). Kemudian Allooh berkata,” Janganlah kalian bertengkar di hadapan-Ku.” ( Qaaf: 28 ). Allooh juga telah menjelaskan pertengkaran orang kafir dihadapan-Nya dalam surah Ash-Shaffat dan Al-A”raf, tengtang pertengkaran manusia di hadapan-Nya dalam surah Az-Zumar, dan pertengkaran penghuni neraka dalam surah Asy-Syu’ara dan shaad. Kemudian Allooh mengatakan bahwa Dia tidak mengubah ketentuan yang ditetapkan-Nya, seraya berkata. ” Aku akan memenuhi neraka jahannam dengan jin dan manusia yang durhaka semuanya.” ( Huud: 119 ).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar