Minggu, 23 Mei 2010

Godaan Setan Pada Orang-Orang Sholeh

Godaan Setan Pada Orang-Orang
Sholeh
Oleh: DR.Abdullah Al-Khaathir

Uslub ( Metodologi ) Setan Dalam Menggoda Manusia

Setan menggunakan uslub yang bertahap dalam menyesatkan manusia, baik dalam materi ajakannya maupun dalam caranya.
Imam Ibnu Qayyim Rahimahullaah menyebutkan 6 tahapan dalam materi ajakan setan sebagai berikut :

1. Setan berusaha agar manusia menjadi kafir atau musyrik. Jika orang tersebut adalah islam, usahanya diturunkan ketahapan berikutnya.
2. Yaitu tahapan bid’ah ( mengada-ada suatu urusan dien ). Manusia dibuatnya untuk membuat dan menerapkan bid’ah. Jika orang tersebut termasuk Ahlusunnah, dimulailah tahapan ketiga.
3. Yaitu tahapan kabaair, maksiat berupa dosa-dosa besar. Jika orang tersebut dijaga Allooh Ta’ala dari melakukan dosa besar, setan tidak putus asa untuk terus menggoda.
4. Yaitu tahapan shaghaair, maksiat berupa dosa-dosa kacil. Jika orang tersebut terjaga juga dariNya, mulailah setan menyibukkan orang itu dengan uslub lain.
5. Yaitu setan minyibukkan manusia dengan hal-hal yang mubah, sehingga orang itu menghabiskan waktunya dalam hal mubah, tidak sibuk dalam hal yang berpahala, yang kita semua diperintahkan mengamalkannya.
6. Yaitu setan menyibukkan manusia dengan amal-amal yang mafdhul ( kurang utama ) sehingga lalai dari amal yang afdhal ( lebih utama ), yang lebih baik dari amal mafdhul tersebut. Misalnya seseorang disibukkan dengan perkara sunnah dari pada fardhu, maka sibuklah dia dengan yang disunnahkan dan meninggalkan yang difardhukan

Setan sangat bersungguh-sungguh dalam dakwahnya, dengan mengajak secara bertahap dalam materi ajakannya. Adapun dalam cara mengajaknya, maka setan itu majerumuskan manusia selangkah demi selangkah. Sebagaimana Allooh Ta’ala berfirman:” Makanlah dari apa yang dirizqikan Allooh kepada kalian, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” ( Q.s. Al-An’aam: 142 ).
Pada mulanya setan berusahan menggelincirkan manusia sedikit-demi sedikit, kemudia bertahap menuju tujuannya. Setan masuk pada siapapun dengan uslub yang cocok dengan jati dirinya.
• Setan masuk pada orang zihad ( sederhana ) dengan kezuhudannya.
• Masuk pada orang alim ( berilmu ) dengan melalui pintu ilmu
• Masuk pada orang jahil ( bodoh ) dengan kebodohannya pula.


Pintu-pintu Godaan Setan

Sesungguhnya tempat-tempat setan bisa masuk melancarkan godaannya sangatlah banyak, sulit untuk membatasinya. Kami akan menyebutkan sebagiannya saja, antara lain :

1. Mengadu domba sesama kaum muslimin dan menyebarkan buruk sangka ( suuzhzhaan ) satu sama lain.
Rasulullah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim:” Sesungguhnya iblis telah putus asa untuk disembah oleh orang-orang sholeh, tetapi dia terus mengusahakan adu domba sesama mereka.”
Adapun buruk sangka, maka menjadi kebiasaan setan untuk membisikannya pada manusia. Suu-uzhzhan termasuk pintu masuk setan dengan membuat seseorang setiap kali mendengar perkataan lalu ia tafsirkan dengan penafsiran negatif.
2. Menghiasi bid’ah bagi manusia
Setan mendatangi manusia dengan mengatakan bahwa bid’ah itu sesuatu yang indah seraya mengatakan :” sesungguhnya manusia dizaman ini sudah meninggalkan ibadah dan sulit dikembalikannya. Mengapa kita tidak mengerjakan sebagian peribadahan lalu kita bagus-baguskan dengan tambahan dari kita agar manusia mau kembali beribdah.?: kadang-kadang setan mendatangi dengan cara penambahan terhadap ibadah yang ada dalam sunnah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam. Lalu berkata, “ tambahan kabaikan tentu merupan kebaikan juga. Maka tambalah dalam sunnah tersebut suatu bentuk ibadah yang mirip dengan sunnah, atau sandarkan ibadah baru pada sunnah tersebut.”
Sebagian manusia lain didatangi dengan bujukan,” sesungguhnya manusia sudah jau dien ini, mengapa tidak kita buat hadits-hadits yang dapat menakut-nakuti mereka.?” Maka orang-orang mengarang hadits-hadits palsu yang di sandarkan pada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam. Sambil berdali,” kami memang berdusta, namun kami bukan berdusta dalam rangka membela baliau.?!”
Mereka berdusta membela Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.??!! Dikaranglah oleh mereka hadits untuk menakut-nakuti manusia dari naar, meberikan gambarannya pada manusia dengan cara-cara aneh. Demikian pula mereka menggambarkan jannah dengan cara aneh yang lain pula.!
Kita mengetahui bahwa ibadah itu tauqifiyyah, yaitu mengambilnya dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam sebagaimana petunjuk Allooh yang datang pada Beliau, tidak boleh kita tambahi atau kurangi atau kita ubah-ubah sekendak kita. Kelakuan seperti yang mereka lakukan itu hanyalah bid’ah dari karangan syaitan.!!
3. Membesar-besarkan satu aspek atas lainnya.
• Pada tataran individu
• Kadang seseorang terjatuh pada banyak dosa-dosa dan maksiat, namun dia tetap sholat sebagai alasan penutup kekurangannya itu. Dia berdalih bahwa sholat adalah ‘imaadud-dien (tiang agama ), yang pertama kali dihisab di hari perhitungan, Dia menjadikan sholat sebagai sesuatu yang paling agung, dibesar-besarkannya urusan sholat hanya untuk menghalalkan kekurangannya dalam ibadah-ibadahlain. Benar bahwa sholat adalah ‘imaadud-dien, namun bukan keseluruhan kandungan dien ini.! Setanlah yang mendatangi orang ini untuk menghalalkan kekurangan dirinya.
• Kdang setan pun mendatangi seorang manusia lain untuk mengatkan,” Dien ini adalah muamalah ( pergaulan/akhlak yang baik ).....yang paling penting kamu baik terhadap manusia, jangan mendustai atau menipu mereka,walaupun kamu tidak sholat.
• Kadang didatangi seseorang dengan bujukan,” yang paling penting adalah berniat baik.! Asal aku lalui waktu malamku tanpa menyipan dengki dan kebencian pada manusia, cukuplah sudah.” Akhirnya orang tersebut meninggalkan banyak amal-amal sholeh, mencupkan diri dengan niat baik saja.!
• Pada Tataran Jama’iy ( Komunal )
Tampak jelas masalah ini dalam tataran kelompok ketika kamu lihat segolongan orang berkata:
• Hal terpenting adalah kita harus mengenal keadaan riil kaum muslimin, dan musuh-musuh mereka. Dengan demikian hal paling penting adalah masala-masala politis. Kemudia jika kamu tanya tentang islam, mereka tidak faham sedikitpun. Dan masih banyak contohnya.
4. Menundah-nundah dan Tergesa-gesa
Tergesa-gesa dan menundah-nundah adalah permasuk pintu masuk
setan. Demikian pula berpanjang angan-angan. Sebagian manusia menyebutnya” hambatan terbesar “ apa maksudnya.? Sebagian orang meletakkan satu perkara yang dianggap harus diprioritaskan sebagai hambatannya, lalu misalnya berkata,” Kalau aku selesai sekolah, baru...... insya Allooh.........aku akan bertaubat.
5. Kesempurnaan semu
Setan mendatangi manusia untuk menjadikannya merasa sempurna.
6. Tidak menilai diri dan kemampuannya secara tepat
Setan membuat seseorang tergelincir dalam menilai dirinya dengan dua jalan:
• Pandangan ujub dan menipu diri : yaitu setan mendorong manusia melihat dirinya secara ujub ( memuji diri ), sehingga dia terkena ghurur ( menipu diri ) dan takabur.
• Tawadhu dan memandang dirinya hina dan rendah
7. Tasykik ( menimbulkan keragu-raguan )
8. Takhwif ( menakut-nakuti )
Setan mempunyai dua metoda dalam menekut-nakuti manusia :
• Menakut-nakuti dari wali-wali setan
• Menakut-nakuti dari kefaqiran.
Hal-hal Yang Melancarkan Tugas Setan
1- Kebodohan
2- Hawa nafsu, Lemah Keikhlasan, dan Lemah Keyakinan
3- Kelalaian dan Tiadanya Kewaspadaan Terhadap Pintu-pintu Masuk Setan
OBATNYA
1- Iman Kepada Allooh
2- Mencari Ilmu Syar’i dari Sumber-sumber Yang Shahih
3- Ikhlas Dalam Dien ini
4- Dzikir Kepada Allooh Ta’ala dan Berlindung dari Godaan Setan Terkutuk.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar